Minggu, 10 April 2016

IKA ( Ikhlaskan Kepergian Ayah)



IKA (Ikhlaskan Kepergian Ayah)
 
Sore itu, aku lagi asyik bermain laptop, tersenyum” sendiri memandangi foto” yang ada di layar laptop,, tiba-tiba Hp-Ku berdering,,,, saatku angkat tak ada jawaban,, kemudian mati,, beberapa saat kemudian Hp-Ku berbunyi kembali,, terdengar suara tangisan,, aku heran,,, (Bertanya dalam hati),,, Hallo....... Hallloo........ “Tanyaku,, tak ada suara,, kembali yang terdengar hanya tangisan,,, aku semakin penasaran,,, entah kenapa firasat hatiku jadi tak enak,, ku mencoba menghubungi telpon rumahku,,,  tak ada yang mengangkat,, aku coba telpon no Hp Kakakku,,, diangkat tetap terdengar lagi suara kakakku menangis,,, aku semakin tak karuan, apa yang terjadi sebenarnya,,, (Bingung),, Akhirnya kakakku mengabari bahwa Ayah Telah meninggal dunia,, dengan suara yang lembut sambil menangis terseduh-seduh,,, aku shock,, seakan-akan tak percaya,, ini pasti hanya mimpi, hanya mimpi,,,, Hp di Tanganku terjatuh,,, seakan tak kuat untuk memegang Hp itu,,, aku tak percaya,,, untuk meyakininya aku membuka sosmed, ternyata banyak teman-temanku mengucapkan ****TURUT BERDUKA CITA***,,, air mata mengalir dipipiku,, tak kuat menahan semua itu,, aku berteriak dan nangis sekuat”Nya,, sampai teman Asramaku datang menghampiri,,,, sore itu juga aku berangkat menuju Rumah,,, Jarak yang ditempuh cukup jauh 7 jam perjalanan,,,, aku sudah tak tau kejadian yang selanjutnya,,, yang aku tau,,, sesampainya di Bandara abang iparku menunggu di pintu keluar dan menjemputku dengan mobil yang biasa digunakan Ayahku,,,, aku masih tak percaya,,, sesampainya di dekat lokasi rumahku, banyak karangan bunga yang mengatakan turut berduka cita,, tanganku kaku saat ingin membuka pintu mobil,,, semua mata tertuju padaku,,, tak kusangka dan tak bisa aku percaya,,, Ayahku terbaring dibaluti kain batik dan kain putih yang menutupu wajahnya,,,, Anda tau tidak,, betapa hancurnya hatiku,,, ayahku meninggal mendadak,, tanpa ada mengalami sakit sebelumnya,,, Hati anak mana yang tak hancur saat pulang kerumah melihat Jenazah Ayah,,,,, Air mataku tak kunjung berhenti sampai mata sudah membengkak,,,, Aku coba membangunkan ayah,, tapi ayah tak kunjung bangun,,, berharap ini hanya mati suri,,, aku mencium wajah ayah sambil menangis,, semua orang melarangku,, yang katanya ini dan itu,, aku sempat jengkel sama orang-orang yang melarangku,,,,, itulah saat iman di hatiku kurang, sehingga aku bertingkah seperti anak yang tak mengerti agama,, meraungi kepergian ayah yang berlebihan,,, 1 bulan berlalu,, aku tetap merasa adanya keberadaan beliau,, aku tetap tak mempercayai semua,,, butuh waktu yang lama untuk menjadi aku yang benar-benar ikhlas dengan kepergian ayah,,, sempat terpikir olehku untuk mengakhiri pendidikanku, karena takut kehilangan orang yang aku sayangi lagi,, support dari orang” terdekat membuatku kembali semangat,, sesekali terbayang wajah Alm. Ayahku,, menetes air mataku kembali,,, menginggat usaha kerja keras beliau untuk melihat aku sukses membuat aku termotivasi kembali,,, beliau sangat mengharapkan aku sukses,, aku tak ingin mengecewakan beliau hanya karena dia sudah tak ada di Dunia ini lagi,,,,,, Aku terus berdo’a dan berusaha untuk bisa mengikhlaskan kepergian ayah,, aku yakin do’aku dan kepribadianku yang baik bisa menghantarkan Beliau ke Surga,, meskipun awalnya sulit,,meskipun pertengahannya sakit,, dan diakhir aku temukan kesenangan dan kebahagian yang benar-benar di Ridhoi Allah..... Bagaimanapun aku harus tetap menjalani hidup ini dengan baik,, aku masih punya Ibu,kakak,adik dan saudara”ku,,, aku ingin buktikan bahwa aku bisa seperti Ayah,,, menjadi Sarjana yang diinginkan ayah,dibanggakan oleh keluarga,, dan bermanfaat bagi negara,,, Sandang Sarjana ini tak semudah dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain, apalagi saat Tulang Punggung Keluarga Telah Tiada,, Dari sini aku bisa memperoleh pelajaran yang sangat berarti dan berharga,,, ini berkat Alm. Ayah dan do’a ibu tercinta. Dari Kisahku mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi semua yang membaca, bahwa meninggalnya ayah kita tak memupus harapan kita untuk sukses,, tetap semangat meskipun melawan banyak rintangan,, percaya pada kata-kata Allah tak akan menguji umatnya melebihi batas kemampuannya.//.. TERIMA KASIH


Tidak ada komentar:

Posting Komentar